Chapter 4
The
Briefing and Objective
Seketika Lisa langsung
memeluk Kazu. Dengan erat Ia menangis tersedu-sedu. “Sudah sa. Ini sudah
berlalu lama sekali. Walaupun Ibumu sudah mati, ia akan tetap menjagamu. Karena
kasih Ibu tidak akan terputus sekalipun ia tidak menemanimu sekarang. Aku yakin
ia pasti sedang melihatmu jauh dari sana.” ungkap Kazu untuk menenangkan hati
Lisa. “Kazu... Terima kasih telah membantuku selama ini…” jawab Lisa sambil
mengusap matanya
“Nak, aku sudah
mengatakan kepadamu kalau jangan kaget apabila aku mengatakan yang sebenarnya.
Sekarang aku akan memberitahumu tentang apa yang dimaksud Priestess of the
Moon.” Lisa langsung menghentikan tangisnya setelah mendengar apa yang Yun
katakan. Seperti orang yang haus akan informasi. Ia mulai
mendengarkan apa yang
Yun katakan.
“Seorang Priestess of
the Moon merupakan title yang diberikan kepada orang yang dipilih oleh bulan.
Seribu tahun yang lalu. Generasi pertama dari Priestess of the Moon menyegel
seorang Iblis yang membawa kekacauan di muka bumi ini. Para Priestess
mendirikan sebuah kerajaan sendiri walaupun mereka tidak terlibat secara
langsung di kerajaan tersebut. Pada akhirnya dikenal dengan Kerajaan Nightwall
dengan kastilnya Prein. Setiap generasi menjaga kastil tersebut karena di
kastil tersebut merupakan tempat disegelnya sang iblis besar. Pada akhirnya
kastil tersebut hancur oleh serangan Orc yang membawa High Shaman mereka secara
langsung. Untuk merapal mereka agar tidak terdeteksi oleh kekuatan mendeteksi
bahaya sang Priestess. Sudah 15 tahun sepertinya persiapan kebangkitan sang
Iblis sudah hampir selesai. Kau, Lisa, merupakan generasi terakhir Priestess.
Hanya kau yang memiliki kekuatan untuk menyegel sang iblis. Walaupun bulan
belum menunjuk siapakah dirimu itu. Namun aku yakin kau pasti bisa melaksanakan
tugasmu sebagai Priestess.” cerita Yun mengenai Priestess of the Moon.
“Mengapa kau tahu kalau
aku bisa menjadi Priesteress of the Moon?” tanya Lisa. “Karena kau adalah
generasi terakhir dari garis keturunan ini, dan aku sudah bisa melihat dari
dalam dirimu kalau kau akan menjadi Priestess of the Moon.” jawab Yun dengan
muka sedikit tersenyum. “Nak, kau akan kuberitahu. Priestess of the Moon beda
dengan seorang priest atau priestess. Mereka diberi kekuatan oleh bulan untuk
melindungi orang di sekitarnya. Tak jarang ada juga yang menyebut mereka
sebagai ‘Holy Warrior of the Moon’.”
“’Holy Warrior of the
Moon’? Itu bahkan lebih keren! Priestess terdengar membosankan, hahahahaha!”
celetuk Kazu dengan tertawa. “Ssstt! Kazu, kau memalukanku! Bisakah kau diam di
tempat seperti ini?” gerutu Lisa sambil menepuk punggu Kazu sedikit keras.
“Hahahahaha, kalian anak muda akan menjadi pasangan yang cocok dalam hidup
kalian.” potong Yun seraya tertawa kecil. Kedua anak tersebut langsung diam,
saling memandang, dan berteriak “Tidak akan!” dengan muka memerah.
“Hahahahaha, aku hanya
bercanda. Jadi, bagaimana menurutmu, Priestess of the Moon? Apakah kau sudah
mengerti dengan tujuanmu?”
Lisa terdiam untuk
sesaat dan menjawab “Aku hanya bingung, apabila aku orang terakhir yang bisa
menjadi seorang Priestess of the Moon dan Priestess sendiri dipilih oleh bulan.
Bagaimana aku bisa mendapatkan kekuatan itu?”.
“Karena itulah aku
menyuruhmu pergi ke sini, bocah. Untuk tahap pertama aku bisa membantumu,
karena dulu aku pernah menyaksikan proses seorang Priestess mendapatkan
kekuatannya. Aku harap aku bisa membantu sedikit. Tapi untuk selanjutnya, kau
harus mencarinya sendiri. Berkelana ke berbagai belahan negeri yang ada di
dunia ini.” jawab Yun meyakini Lisa.
“Aha! Ini terdengar
seperti petualangan! Kau dengar, Lisa? Ini seperti yang aku impikan sejak
kecil! Petualangan! Harta karun! Monster dan masih banyak lagi!” serentak Kazu
seperti orang kegirangan yang haus akan petualangan. Dengan muka tidak ada
harapan, Lisa menjawab “Hei hei, Kazu! Perasaan aku deh yang akan pergi
berpetualang, kenapa kamu yang sangat antusias.” “Yah karena ini impianku sejak
kecil! Menjadi pemburu harta karun yang mengelilingi dunia yang luas ini! Ah
masa kamu tidak ingat dengan apa yang aku ceritakan waktu kecil dulu?” ungkap
Kazu dengan sangat bersemangat.
“Hmph, aku kira itu
hanya bualan seorang laki laki yang tiap hari nongkrong di
pasar terus.” sindir Lisa dengan nada tertawa. Seketika Kazu tidak berkutik. Speechless sepertinya.
“Baiklah, aku bersedia
untuk mengikuti latihan yang akan engkau berikan kepadaku. Sekarang apa yang
harus kulakukan?” tanya Lisa.
“Eits, jangan
terburu-buru dulu. Sebelum memulai petualangan ini aku harap kau sudah
mendapatkan izin dari satu satunya bapakmu yang telah merawatmu selama ini,
nak.” nasihat Yun dengan bijak. Lisa mengangguk mengerti.
“Lalu kemana kau akan
membawa kami?” tanya Kazu.
“Ah, itu bukan
urusanmu! Yang ingin jadi muridku Lisa, kok. Bukan kamu.” ledek Yun dengan
tertawa. Kazu merasa dirinya dipermalukan selama disini. “Sa, kita pulang
sekarang aja, yuk?” gerutu Kazu terhadap Lisa. Lisa hanya bisa tersenyum
sembari menahan tawanya. Ia merasa bersalah juga dengan Kazu karena sudah
mempermalukan dirinya dengan Yun.
“Baiklah, dengan ini
aku anggap kalian semua mengerti apa yang kalian lakukan. Sekarang, kalian
boleh pergi dari tenda ini. Aku harap aku tidak akan bertemu dengan kalian
sampai esok hari.” ungkap Yun. Kedua anak tersebut mengangguk. Lalu keluar dari
tenda tersebut. Dan segera pergi dari tempat tersebut.
“Selamat tinggal, Yun!”
teriak Lisa.
Para elven kebingungan
dengan perilaku Lisa. “Wah, berani sekali dia memanggil sang Arch Mage dengan namanya.” “Arch Mage, apa kau yakin mereka bisa
menyelamatkan dunia ini?” tanya salah seorang elven. “Ya, aku sangat yakin. Aku
sudah bisa melihatnya dari cara ia memperlakukanku. Tak beda dari para
pendahulunya.” jawab Yun dengan sedikit tertawa.
“Lagipula, aku bisa
melihat potensi dirinya. Dikelilingi dengan aura besar yang belum digunakan
secara maksimal. Aku akan menuntun ia untuk menggunakan potensi yang terkubur
di dalam dirinya. Dan sisanya aku serahkan kepada ia untuk mengembangkan
kekuatannya.” jawab Yun dengan penuh keyakinan.
No comments:
Post a Comment