Sunday, January 13, 2013

The Last Priestess of the Moon - Chapter 2


Chapter 2
 A New Fate
"Tapi sebelumnya, maafkanlah Ayah, sa. Semua ini terjadi 15 tahun yang lalu, ketika istriku pergi meninggalkanku karena dulu aku seorang yang bodoh, terlalu mementingkan pekerjaan daripada mengurusi keluargaku sendiri. Aku sedang dalam kebingungan sehingga aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Berpikir negatif kalau hidupku akan hancur dan selesai dengan cepat. Sampai pada malam hari, sehabis aku pergi ke salah satu rumah teman kerjaku untuk menyelesaikan salah satu pesanan. Aku melihat sebuah keranjang kecil berada di depan rumahku. Saatku buka, aku melihat seorang bayi mungil. Dengan senyumnya yang manis, aku yakin ia sedang bermimpi dengan tenang. Seketika aku hanya bisa menggendongnya dan membawanya masuk ke rumah. Kuperhatikan senyumnya, membuatku merenung sepanjang malam. Antara sedih dan bahagia, sedih karena ditinggal oleh istriku, dan bahagia melihat malaikat kecil sepertimu. Sekarang kau sudah tumbuh besar, dan sudah kuketahui kau pasti akan menanyakan hal seperti ini, tapi.. aku.. aku--"
Tiba-tiba Lisa memeluk ayah tirinya, terus menangis sambil mengatakan "Ayah, kenapa kau membohongi aku? Kenapa kau mengatakan kalau Ibuku pergi berkelana dengan teman temannya? Mengapa kau bohong, kalau sebenarnya aku itu anak pungut? Mengapa? Mengapa yah??" tangis Lisa tersedu-sedu. Ayahnya yang mendengar itu hanya bisa menahan tangis, dan lama-lama rasa yang ia bendung itu tiba-tiba meluap sehingga ia tidak bisa menahannya lagi. Sambil memeluk erat Lisa, ia hanya mengatakan "Karena kamulah satu satunya anakku, sa! Hanya kamu yang aku miliki di dunia ini! Semua keluargaku sudah meninggalkanku karena aku ceroboh! Menemukanmu itu membuatku merenung kalau aku harus berubah! Karena itu aku sayang kamu, nak!! Walaupun kau bukan keturunanku tapi aku bangga dan bahagia mempunyai malaikat kecil sepertimu!" Seketika hati Lisa seperti tersentuh, tersentuh perkataan ayahnya yang ternyata sangat mencintai anaknya.
"Sudah yah. Aku mengerti sekarang... Terima kasih telah menjadi orang tua yang hebat untukku, terima kasih telah jujur kepadaku..." seketika setelah itu ia langsung rubuh ke ranjang ayahnya, mungkin ia lelah dengan semua yang terjadi hari ini. Ayahnya kaget, namun tak lama ia tersenyum. Sepertinya ia mengerti apa yang anaknya alami hari ini. Dengan menahan tangis, ia membiarkan Lisa tidur di ranjangnya yang sudah usang, dan memilih untuk tidur di sofa yang berada di ruang depan.
 Keesokan harinya, datang pasukan dari kerajaan Grimoire, kerajaan yang didominasi oleh bangsa elven, sejenis manusia tapi dengan daya sihir yang tinggi. Tak banyak untuk ukuran pasukan, sepertinya hanya 10 orang saja, itu pun juga tidak menggunakan baju zirah yang berat. Hanya menutupi bagian bagian penting saja. Dan di tengah tengah pasukan tersebut terlihat seorang nenek tua seperti penyihir, tetapi kalau dilihat dari mukanya bisa terlihat kalau ia wanita tua yang tenang dan tidak bermaksud jahat.
"Selamat siang, penduduk yang terhormat. Kami dari kerajaan Grimoire, datang untuk menginformasikan. Bahwa, dunia ini sedang dalam marabahaya yang sangat besar. Kebangkitan Iblis Besar di barat bumi tengah mengancam kehidupan kita! Namun, setelah diramalkan oleh Penyihir Besar Leira. Ia mengatakan kalau hanya seorang keturunan suci yang bisa mengalahkan Iblis Besar tersebut! Dan keturunan terakhirnya terdapat di desa ini!" teriak salah satu prajurit yang mengawali sekumpulan pasukan mereka. Warga desa pun langsung heboh, menanyakan "Siapakah keturunan suci itu?" "Apakah benar bumi dalam kiamat?" dan lain lain.
Bingung dengan apa yang terjadi di tengah desa. Lisa yang tengah mengelilingi desa spontan mencari tahu apa yang sedang terjadi. Ia menerobos barisan orang yang sedang melihat apakah yang sedang terjadi. Saat sudah sampai di barisan terdepan. Ia melihat seorang nenek-nenek yang aneh, dengan muka yang sangat keriput. Dengan tidak sengaja Lisa tidak bisa menahan tawanya. "Ahahaha, aku tidak pernah liat nenek nenek seunik itu! Ahahahah! Tapi, aku harus menjaga sikapku, ta-tapi melihat mu-mukanya... Ahahahaha!!" Lisa terus tertawa kecil. Tidak sadar kalau orang orang di depannya langsung memperhatikannya.
"Hei, kau! Bocah! Apa yang kau tertawakan? Ini serius! Tidakkah kau tahu kalau orang yang di depan itu orang yang suci? Ia adalah pahlawan bumi, asal kamu tahu!" dengan sigap salah satu pasukan yang berbadan tinggi langsung mendekati Lisa dan menarik baju Lisa. Para penghuni desa langsung kaget. Tak menyangka bangsa Elven akan melakukan hal seperti itu. "So! Lepaskan dia! Dialah orang yang kita cari!!" Seketika Lisa dan semua orang yang berkumpul tertegun. Lisa tidak tahu apa yang terjadi disini. Sementara, Uso, prajurit yang menarik baju Lisa tadi. Langsung menurunkan Lisa, membungkuk dan meminta maaf.
 "A-a-apa yang terjadi disini? Kenapa, a-aku yang kamu tunjuk?" tanya Lisa dengan takut. "Kau, Lisa. Kau adalah keturunan terakhir dari Priestess of the Moon yang sudah berakhir 15 tahun yang lalu! Tapi sepertinya kau berhasil selamat dari serangan Orc yang mengenaskan. Inilah saatnya untuk pergi ke kastil kami di Utara. Takdir mu sudah menunggu..." kata nenek tua tersebut.
"Tidak! Tidak akan! Aku adalah diriku sendiri!! Aku melakukan apa yang aku mau!! Aku bukan seorang yang senang perang! Aku hanya mau hidup damai di dunia ini!! Hentikan ini!" dengan cepat setelah mengungkapkan perasaannya terhadap apa yang ia dengar. Lisa segera kabur dari sekerumunan pasukan dan penduduk desa. Beberapa pasukan ingin mengejarnya, tetapi sang nenek langsung menghentikannya. "Biarkan ia, ia butuh waktu untuk berpikir. Kita kembali lagi ke tempat istirahat kita dan kembali lagi esok. Karena aku yakin, ia pasti ingin merubah nasib dunia ini. Sama seperti nenek moyangnya, yang telah menyegel Iblis Besar Kal'gur beratus tahun yang lalu..."
Melihat Lisa berlari menjauhi kerumunan penduduk yang ramai. Kazu memutuskan untuk mengikutinya.

No comments:

Post a Comment