Wednesday, March 6, 2013

The Last Priestess of the Moon - Chapter 6


Chapter 6


Let the training, begin!



“Lisaa!!” teriak Kazu. Lalu ia mengambil sebuah batu dan melemparnya ke naga tersebut. “Kalau kau mencari lawan yang sepadan lawanlah aku! Jangan sakiti dia!” lalu naga tersebut berbalik arah dan segera mengincar Kazu.

“Cukuuupp!!” tiba-tiba pedang yang Lisa genggam seketika langsung bercahaya terang. Dengan cepat Lisa lompat dan segera menebas sayap naga tersebut. Sayap naga tersebut putus! Naga tersebut pun jatuh ke tanah. Namun, Lisa tidak segera menghabisi nyawa naga tersebut. Dia memilih untuk mengangkat Kazu dan segera pergi ke tenda para Elven. Setidaknya, mereka terlepas dari bahaya untuk saat ini.

Tak lama kemudian, akhirnya mereka sampai di tenda tersebut. “Astaga! Kenapa kalian sangat berantakan?” tanya salah satu seorang Elven. “Ditengah perjalanan kami kesini, seekor naga datang dan tak sengaja kami harus melawannya. Untung aku dan Kazu hanya mendapatkan luka gores saja.” jelas Lisa. Tak lama kemudian

Kazu tiba-tiba pingsan. Terlihat segores luka dengan darah segar menetes dari tangannya. “Tidak! Ini bukan luka biasa! Apakah naga yang kamu temui tadi adalah naga Intofar?” tanya sang Elven. “Errr… Aku tidak tahu pasti, namun naga tersebut berwarna merah di bagian kepala dan hijau di bagian badannya.” jelas Lisa. “Benar! Walau dengan cengkraman pun racun dari naga tersebut benar-benar mematikan! Kita harus membawa dia sekarang ke tabib agar bisa sembuh dari racun tersebut!” tak lama Kazu segera dilarikan oleh para Elven yang lain ke sebuah tenda kecil di dekatnya.

“Kazu… Maafkan aku… Andaikan aku bisa lebih cepat berpikir dan bertindak…” Lisa menyalahi dirinya sendiri dalam hati. Namun, tak lama kemudian sebuah tangan menepuk pundaknya. “Anak itu benar-benar merepotkan.” tiba-tiba Yun sudah dibelakang Lisa. “Mengapa kau tetap nekat untuk membawa anak manja itu?” tanya Yun.

“Ehehehe, mau gimana lagi dia sudah semangat duluan mendengar aku mau pergi. Lagipula, ia temanku dari kecil. Tak mungkin aku akan berpisah darinya. Jadi dia memutuskan untuk mengikutiku…” jelas Lisa.

“Aaah, jadi dia suka padamu…” jawab Yun dengan ekspresi mendatar. “Eng-engga! G-ga mungkin! Aneh-aneh aja…” tiba-tiba muka Lisa memerah sambil memandang jauh, membuang mukanya yang malu itu.

“Yasudah lah, tak usah dipikirkan. Sekarang ikut aku, aku akan memberitahumu tentang latihan yang harus kita laksanakan.” tiba-tiba Yun segera membalikkan badannya dan segera balik ke tendanya. Lisa segera mengikutinya.

“Jadi, saat melawan naga tadi. Apakah kau tahu kalau pedangmu tiba-tiba bersinar terang?” tanya Yun. “Y-ya! M-mengapa kau tahu?” Lisa kaget karena Yun tahu tentang hal yang terjadi tadi. “Kan sudah ku bilang, kalau aku bakal tahu hal yang terjadi sama kamu. Sebenarnya aku mau mengirim beberapa pasukan untuk membantu kalian. Tapi kalau dilihat juga kau mempunyai cukup nyali dan kekuatan untuk melawan naga tersebut. Jadi kubiarkan saja.” jawab Yun.

“Hmph, yasudah. Terus, apa hubungan pedang yang bersinar tersebut?”. “Aaaah, masa kamu lupa? Kekuatan Priestess akan keluar kalau kau ingin melindungi orang di sekitarmu! Apa yang kau pikirkan saat kau ingin menyelamatkan bocah ingusan itu?” tanya Yun dengan muka serius.

“A… Aku mau Kazu tetap hidup…” jawab Lisa.

“Tuh, kan. Kamu juga suka dia.” jawab Yun. “B-bukan maksutnya aku suka dia! T-tapi karena memang dia dalam bahaya, j-jadi.. –“ “Yaudah yaudah! Gak usah dipikirkan lagi. Sekarang balik ke topik. Berarti dengan keluarnya sinar tersebut karena kamu ingin melindungi Kazu. Kesimpulannya adalah?” tanya Yun.

“Artinya, aku sudah menggunakan sebagian kekuatanku untuk melindungi Kazu?” tanya Lisa. “Tepat sekali! Sepertinya kamu sudah menemukan 5% dari kekuatanmu. Sekarang disini saatnya kau melatih kekuatanmu, mungkin sampai 20% atau 1/5 dari kekuatanmu.” jawab Yun.

“Tapi, tunggu! Kenapa hanya sampai 20%?”

“Yah karena aku hanya bisa sampai situ saja! Dan kamu harus mulai pergi ke berbagai macam tempat untuk mencari kekuatanmu. Jadi disini aku hanya memberikan dasar dari kekuatanmu. Sisanya kau yang cari sendiri.” jelas Yun.

“Tapi bagaimana kalau aku tidak mendapatkan semua kekuatanku?” tanya Lisa sedikit pesimis.

“Aku percaya kepadamu kalau kau bisa mendapatkannya…” bisik Yun kepada Lisa.

“T-tapi kalau kau percaya kepadaku kalau aku bisa melakukannya, nanti—“

“Nak, kau ini banyak tanya. Jelas untuk mendapatkan kekuatan ini kau juga tidak bisa belajar teori saja untuk melakukan prakteknya. Jadi kau harus mencari pengalaman juga untuk mendapatkan kekuatanmu.” jelas Yun.

“Baiklah… (Padahal aku gak ngerti sama sekali dengan apa yang ia bicarakan…)” omong ia di dalam hatinya.

“Apa? Kau masih tidak mengerti?” tanya Yun. Sepertinya ia baru saja membaca pikiran Lisa.

“Aaah! Tidak-tidak! Aku hanya bercanda! Tentu saja aku mengerti!” jawab Lisa. “Baiklah, kau sebaiknya istirahat dulu. Tenda disebelah sana sudah disiapkan untukmu dan Kazu. Tapi sepertinya Kazu malam ini akan dirawat di tenda si tabib. Latihan akan kita mulai besok pagi. Usahakan kamu bisa istirahat dengan cukup.” jelas Yun.

“Err, aku masih engga tau tendanya yang mana yah…” tanya Lisa, bingung.

“Baiklah, Geo! Antar dia ke tenda tersebut.” perintah Yun

“B-baik, Arch Mage!” jawab seseorang dari luar tenda. Begitu ia masuk, seorang bocah kecil, kira-kira berumur 8 tahun masuk ke dalam tenda. “Ayo! Ikut aku!” ajak sang bocah.

“B-baiklah…” lalu Lisa segera mengikuti anak tersebut.

Selang 3 menit kemudian…

“Baiklah ini tempat istirahatmu! Aku harap kau bisa beristirahat disini!” sahut anak tersebut dengan riang.

“Hmm, baiklah. Terima kas… Err, tadi namamu siapa, ya?” tanya Lisa. “Geo! Geo Alsteir!” jawab anak tersebut dengan ceria. “Oke, terima kasih ya, Geo!” lalu anak tersebut lari ke tenda yang lain. Mungkin ia juga ingin beristirahat.

Lisa segera menjatuhkan badannya ke ranjang. Dan segera menutup matanya.

No comments:

Post a Comment